Skip to main content

Siapapun boleh tidak setuju.

Saya termenung memikirkan tulisan Haruki Murakami, katanya :
“Jika kepercayaan A membuat hidup orang menjadi tampak bermakna, maka kepercayaan itu dianggap sebagai kebenaran. Jika kepercayaan B membuat hidup orang tampak menjadi lebih lemah dan hina, maka kepercayaan itu dianggap sebagai kepalsuan. Sangat jelas bedanya. Kalau ada seseorang mengatakan bahwa kepercayaan B adalah kebenaran, makan orang-orang akan membencinya, mengabaikannya, atau bahkan menyerangnya. Apakah kepercayaan B masuk akal dan dapat dibuktikan, itu tidak berarti apapun bagi mereka. Kebanyakaan orang bersusah payah mempertahankan kewarasan dengan menolak dan melenyapkan citra bahwa diri mereka lemah dan hina. Padahal kenyataan nya raga manusia itu kurang lebih lemah dan hina. Tapi manusia membutuhkan cerita yang indah dan menyenangkan, yang mampu memberi perasaan bahwa dirinya bermakna, meski sedikit. Karena itulah, agama muncul.”

Comments

Popular posts from this blog

Beribadah puisi, pantai, dan kopi part 1

Ternyata, manusia kebanyakan tidak menginginkan kejujuran. Sementara di jalanan, orang sudah ramai berdesakan. Kamu pula ikut meramaikan puisiku.  Yang ku tulis segenap hati berharap rindu bisa sedikit memberiku ruang untuk bernafas. Kenyataan dalam bentuk cobaan selalu jauh lebih konkret adanya. Sebelum kamu tahu, bahkan rindu ini sudah berakhir gugur oleh angin. Bagiku ini pertaruhan yang maha menguji. Memang, jika hidup adalah permainan, kamu adalah pemenangnya.  Kemudian aku akan tiba memberikanmu pelukan dan kecupan selamat kembali pulang. ******** Halo, teman-teman! Bagaimana kabar dan hari kalian? Semoga baik-baik saja ya. Semoga yang sedang sedih dan sakit, diberikan kesembuhan. Hati gak boleh dibiarkan terlalu sedih loh soalnya. Hehehe anyway.... Ibadah puisi sudah tuntas aku laksanakan, liburan yang ku proklamirkan sebagai self healing juga sudah terlaksanakan. Berkat banyak hal, aku bisa menikmati waktu liburku dengan benar-benar deh...

Lukisan cat minyak pertamaku ❤

Terus terang, selama ini saya amat tidak menyukai cat minyak. Selain baunya terlalu tajam juga pengaplikasiannya butuh kesabaran yang luar biasa karna keringnya lama dan sulit untuk merapihkannya hehehe. Jadi untuk menyelesaikan beberapa bagiannya memakan waktu lama. secara keseluruhan saya mengerjakan perempuan dalam kanvas ini selama 4 hari. Menunggu bagian rambut kering, kemudian berpindah mengerjakan bagian wajah, lalu background untuk finishing. Tak ayal, baju dan segala yang ada di sekitar tempat melukis menjadi "korban". Tapi siapa sangka, ada kepuasan tersendiri ketika lukisan ku selesai. Meskipun ga sempurna dan jauh dari kata bagus, saya menyayangi nya. Saya menyayangi buah tangan diri sendiri dan bisa menghargai kecacatannya. Karena usaha yang tak mudah untuk bisa menjadikannya sebuah makna dalam gambar. Keruwetannya justry membuat hatiku lega, cara bekerjanya magic. Pikiran saya sedikit mengenang, jauh ketika saya sedang merasa terjebak jenuh oleh rutinita...
Jika keinginanmu sudah tidak sekuat itu lagi terhadapku, maka, selemah itu jugalah keinginanku terhadapmu. Denganku, cinta akan berjalan sesederhana rumus sebab akibat. Sebab keinginanku tidak akan pernah melampaui keinginanmu. Jika kamu ada, maka aku ada. Erat bagiku, untuk menjaga harapan-harapanku sendiri. Begitupun dengan ketiadaan. Karena aku takkan pernah sanggup menyelamatkan cinta sendirian saja.